PENGERTIAN AKHLAQ
-
Secara bahasa
Kata
akhlak secara bahasa berasal dari bahasa Arab “Al Khuluq” yang diartikan
sebagai perangai, tabiat. Budi pekerti, dan sifat seseorang.
-
Secara istilah
الخُلُق : حالّ للنفْس رَاسِخَةٌ تصدر عنها
الأفعالُ من خيرٍ أو شرٍّ من غير حاجةٍ إلى فكرٍ ورويَّةٍ
Suatu
sifat atau perangai yang tertanam dalam jiwa seseorang, yang dari sifat tersebut
timbul suatu perbuatan, yang baik
ataupun yang buruk, dengan mudah dan gampang, tanpa perlu pemikiran dan
pertimbangan.
#Akhlaq
literally means character or etiquette.
HAKIKAT
AKHLAK ISLAMI
Yaitu akhlak
yang diajarkan dalam Islam, yang dijelaskan dalam Alquran dan dicontohkan oleh
Rasulullah SAW.
Ibunda kita
Aisyah RA pernah ditanya tentang akhlak Rasulullah. Beliau menjawab :
"كان خلقه القرآن" (صحيح مسلم)
Sungguh akhlak beliau adalah Alquran
HUBUNGAN IBADAH DENGAN
AKHLAQ
إِنَّ
الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ
“…..
sesungguhnya shalat itu (bisa) mencegah dari perbuatan keji dan munkar…. “
(Al-Ankabut
: 45)
خُذْ مِنْ
أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ
إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Ambillah
zakat dari sebagian harta mereka, yang zakat itu akan membersihkan dan
mensucikan mereka, dan doakanlah mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi)
ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (At-Taubah
9:103)
عن أبي هريرة
رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من لم يدع قول الزور والعمل
به فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشرابه
“
Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta dan berbuat dusta, maka Allah
tidak peduli ia meninggalkan makan dan minumnya “.(HR. Bukhari)
الْحَجُّ
أَشْهُرٌ مَّعْلُومَاتٌ ۚ فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا
فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ
اللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا
أُولِي الْأَلْبَابِ - 2:197
(Musim) haji adalah
beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan
itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan
berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan
berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya
sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang
berakal. (Al-Baqarah : 197)
URGENSI AKHLAQ YANG MULIA:
1. Rasulullah diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia.
عن أبي هريرة ـ رضي الله عنه ـ
قال: قال رسول الله ـ صلى الله عليه و سلم: ( إنما بعثت لأتمم صالح الأخلاق )
رواه
أحمد
Sesungguhnya
aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik
2. Akhlaq mulia adalah pilar peradaban Islam.
3. Akhlak mulia adalah indicator sempurnanya iman
RASULULLAH ADALAH TAULADAN
UTAMA DALAM AKHLAQ
Sesungguhnya engkau benar-benar memiliki akhlak
yang agung (QS
Al-Qalam: 4)
And indeed, you are of a great moral character.
KEISTIMEWAAN AKHLAK MULIA
1.
Akhlak mulia dibalas dengan
pahala yang sangat banyak.
Rasulullah bersabda:
ما من شيء في الميزان أثقل من حسن الخلق
Tidak ada
sesuatu yang paling berat timbangan pahalanya melebihi akhlak yang baik (HR.
Attirmizi)
2.
Akhlak yang baik senilai ibadah
shalat malam dan puasa
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ سَمِعْتُ
النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : إِنَّ الْمُؤْمِنَ
يُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَاتِ قَائِمِ اللَّيْلِ صَائِمِ النَّهَارِ (مسند
أحمد(
‘Aisyah – semoga Allah meridhainya –
berkata, “Aku mendengar Nabi – shallallaahu ‘alaihi wassalaam – berkata,
sungguh orang-orang yang beriman dengan akhlak baik mereka bisa mencapai
(menyamai) derajat mereka yang menghabiskan seluruh malamnya dalam sholat dan
seluruh siangnya dengan berpuasa.” [Musnad Imam Ahmad]
3.
Akhlak mulia menghantarkan
ke syurga.
عن أبي هريرة قال سئل رسول الله صلى الله عليه
وسلم عن أكثر ما يدخل الناس الجنة فقال تقوى الله وحسن الخلق وسئل عن أكثر ما يدخل
الناس النار فقال الفم والفرج (سنن الترمذي)
Rasulullah SAW pernah ditanya tentang apakah yang paling
banyak memasukkan manusia ke dalam syorga. Beliau menjawab: “takwa kepada Allah
dan akhlak yang mulia”. Lalu beliau ditanya tentang apa yang banyak
menjerumuskan ke dalam neraka. Beliau menjawab: “mulut dan kelamin” (Sunan
Attirmizi)
4.
Orang
yang berakhlak mulia paling dicintai Rasulullah.
Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ ، رَضِيَ
اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ : " إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي
مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحْسَنُكُمْ أَخْلاقًا ، وَإِنَّ أَبْغَضَكُمْ
إِلَيَّ وَأَبْعَدَكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الثَّرْثَارُونَ
الْمُتَشَدِّقُونَ " قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، قَدْ عَلِمْنَا
الثَّرْثَارُونَ مَا الْمُتَشَدِّقُونَ ؟ قَالَ : " الْمُتَكَبِّرُونَ "
.
“Sesungguhnya
orang yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat
kedudukannya denganku pada hari kiamat kelak, yaitu orang yang terbaik
akhlaknya. Dan orang yang paling aku benci dan paling jauh kedudukannya dariku
pada hari kiamat kelak, yaitu tsartsarun, mutasyaddiqun dan mutafaihiqun”.
Sahabat bertanya : “Ya, Rasulullah. Kami sudah mengetahui arti tsartsarun dan
mutasyaddiqun, lalu apa arti mutafaihiqun?” Beliau menjawab,”Orang yang
sombong.”
[HR At-Tirmidzi, no. 2018]
PEMBAGIAN AKHLAQ:
-
Al-Akhlaq Alkarimh (akhlak mulia)
Contohnya: Sabar, ramah, sopan,
penyayang, lemah lembut, dermawan, berani, membela yang benar, tawadu (rendah
hati), jujur, menepati janji, peduli, setia, dll
-
Al-Akhlaq Almadzmumah (akhlak tercela)
Contohnya: sombong, kejam, kasar, kikir,
bohong, inkar janji, berkhianat, banyak bicara, tinggi hati, tidak peka, dll
LANGKAH-LANGKAH
AGAR KITA BERAKHLAK BAIK
1.
Bertawakallah kepada Allah
Ta'ala dan meminta tolong kepada-Nya dengan banyak berdo'a agar memberikan
taufik sehingga kita bisa merubah tabiat kita. Tidak ada yang dapat merubah
tabiat kita kecuali Allah Ta'ala.
عَنِ عائشة قالت: " كَانَ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:
"اللهُمَّ أَحْسَنْتَ خَلْقِي ،
فَأَحْسِنْ خُلُقِي"
(رواه أحمد وصححه محققو
المسند ، وكذا صححه الألباني في "صحيح الجامع" (1307).)
Ya
Allah, Engkau telah memperindah bentukku, maka perindahlah akhlakku
2.
Berusahalah untuk berakhlak
mulia.
Nabi bersabda:
إِنَّمَا
الْعِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ، وَإِنَّمَا الْحِلْمُ بِالتَّحَلُّم.
“Sesungguhnya ilmu itu diraih dengan belajar dan
sesungguhnya sifat hilm (lemah lembut) itu diraih dengan berlatih untuk
bersikap berlemah lembut…..”
(HR. Tobroni di ‘Al-Ausath, 2663 dan dihasankan oleh
Al-Albany. )
Maka hendaklah kita melatih diri
kita untuk berakhlak yang baik dan bertutur kata yang santun.
3.
Bergaullah dengan
orang-orang yang memiliki akhlak mulia. Jika kita ingin menjadi pribadi yang
bisa mema'afkan maka bergaullah dengan orang-orang yang mudah mema'afkan.
Begitu pula jika kita ingin menjadi pribadi yang berjiwa sosial, maka
bergaullah dengan orang-orang yang punya jiwa sosial. Allahu a’lam.
0 comments:
Post a Comment