Friday, 8 December 2017

AKHLAQ DALAM ISLAM

PENGERTIAN AKHLAQ

-          Secara bahasa
Kata akhlak secara bahasa berasal dari bahasa Arab “Al Khuluq” yang diartikan sebagai perangai, tabiat. Budi pekerti, dan sifat seseorang.
-          Secara istilah
الخُلُق : حالّ للنفْس رَاسِخَةٌ تصدر عنها الأفعالُ من خيرٍ أو شرٍّ من غير حاجةٍ إلى فكرٍ ورويَّةٍ
Suatu sifat atau perangai yang tertanam dalam jiwa seseorang, yang dari sifat tersebut timbul suatu perbuatan,  yang baik ataupun yang buruk, dengan mudah dan gampang, tanpa perlu pemikiran dan pertimbangan.

#Akhlaq literally means character or etiquette.

HAKIKAT AKHLAK ISLAMI

Yaitu akhlak yang diajarkan dalam Islam, yang dijelaskan dalam Alquran dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Ibunda kita Aisyah RA pernah ditanya tentang akhlak Rasulullah. Beliau menjawab :
"كان خلقه القرآن" (صحيح مسلم)
Sungguh akhlak beliau adalah Alquran

HUBUNGAN IBADAH DENGAN AKHLAQ

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ
“….. sesungguhnya shalat itu (bisa) mencegah dari perbuatan keji dan munkar…. “
(Al-Ankabut : 45)
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, yang zakat itu akan membersihkan dan mensucikan mereka, dan doakanlah mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (At-Taubah 9:103)
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من لم يدع قول الزور والعمل به فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشرابه
“ Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta dan berbuat dusta, maka Allah tidak peduli ia meninggalkan makan dan minumnya “.(HR. Bukhari)
الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُومَاتٌ ۚ فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ - 2:197
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal. (Al-Baqarah : 197)

URGENSI AKHLAQ YANG MULIA:

1.       Rasulullah diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia.
عن أبي هريرة ـ رضي الله عنه ـ قال: قال رسول الله ـ صلى الله عليه و سلم: ( إنما بعثت لأتمم صالح الأخلاق )
رواه أحمد
Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik
2.       Akhlaq mulia adalah pilar peradaban Islam.
3.       Akhlak mulia adalah indicator sempurnanya iman

RASULULLAH ADALAH TAULADAN UTAMA DALAM AKHLAQ


Sesungguhnya engkau benar-benar memiliki akhlak yang agung  (QS Al-Qalam: 4)
And indeed, you are of a great moral character.

KEISTIMEWAAN AKHLAK MULIA

1.       Akhlak mulia dibalas dengan pahala yang sangat banyak.
Rasulullah bersabda:
ما من شيء في الميزان أثقل من حسن الخلق
Tidak ada sesuatu yang paling berat timbangan pahalanya melebihi akhlak yang baik (HR. Attirmizi)

2.       Akhlak yang baik senilai ibadah shalat malam dan puasa
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : إِنَّ الْمُؤْمِنَ يُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَاتِ قَائِمِ اللَّيْلِ صَائِمِ النَّهَارِ (مسند أحمد(
‘Aisyah – semoga Allah meridhainya – berkata, “Aku mendengar Nabi – shallallaahu ‘alaihi wassalaam – berkata, sungguh orang-orang yang beriman dengan akhlak baik mereka bisa mencapai (menyamai) derajat mereka yang menghabiskan seluruh malamnya dalam sholat dan seluruh siangnya dengan berpuasa.” [Musnad Imam Ahmad]

3.       Akhlak mulia menghantarkan ke syurga.
Rasulullah SAW pernah ditanya tentang apakah yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam syorga. Beliau menjawab: “takwa kepada Allah dan akhlak yang mulia”. Lalu beliau ditanya tentang apa yang banyak menjerumuskan ke dalam neraka. Beliau menjawab: “mulut dan kelamin” (Sunan Attirmizi)
4.       Orang yang berakhlak mulia paling dicintai Rasulullah.
Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحْسَنُكُمْ أَخْلاقًا ، وَإِنَّ أَبْغَضَكُمْ إِلَيَّ وَأَبْعَدَكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الثَّرْثَارُونَ الْمُتَشَدِّقُونَ " قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، قَدْ عَلِمْنَا الثَّرْثَارُونَ مَا الْمُتَشَدِّقُونَ ؟ قَالَ : " الْمُتَكَبِّرُونَ " .
Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat kedudukannya denganku pada hari kiamat kelak, yaitu orang yang terbaik akhlaknya. Dan orang yang paling aku benci dan paling jauh kedudukannya dariku pada hari kiamat kelak, yaitu tsartsarun, mutasyaddiqun dan mutafaihiqun”. Sahabat bertanya : “Ya, Rasulullah. Kami sudah mengetahui arti tsartsarun dan mutasyaddiqun, lalu apa arti mutafaihiqun?” Beliau menjawab,”Orang yang sombong.”
[HR At-Tirmidzi, no. 2018]

PEMBAGIAN AKHLAQ:

-          Al-Akhlaq Alkarimh (akhlak mulia)
Contohnya: Sabar, ramah, sopan, penyayang, lemah lembut, dermawan, berani, membela yang benar, tawadu (rendah hati), jujur, menepati janji, peduli, setia, dll
-          Al-Akhlaq Almadzmumah (akhlak tercela)
Contohnya: sombong, kejam, kasar, kikir, bohong, inkar janji, berkhianat, banyak bicara, tinggi hati, tidak peka, dll

LANGKAH-LANGKAH AGAR KITA BERAKHLAK BAIK

1.       Bertawakallah kepada Allah Ta'ala dan meminta tolong kepada-Nya dengan banyak berdo'a agar memberikan taufik sehingga kita bisa merubah tabiat kita. Tidak ada yang dapat merubah tabiat kita kecuali Allah Ta'ala.
عَنِ عائشة قالت: " كَانَ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:
"اللهُمَّ أَحْسَنْتَ خَلْقِي ، فَأَحْسِنْ خُلُقِي"
(رواه أحمد وصححه محققو المسند ، وكذا صححه الألباني في "صحيح الجامع" (1307).)
Ya Allah, Engkau telah memperindah bentukku, maka perindahlah akhlakku

2.       Berusahalah untuk berakhlak mulia.
Nabi bersabda:
إِنَّمَا الْعِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ،­ وَإِنَّمَا الْحِلْمُ بِالتَّحَلُّم.
“Sesungguhnya ilmu itu diraih dengan belajar dan sesungguhnya sifat hilm (lemah lembut) itu diraih dengan berlatih untuk bersikap berlemah lembut…..”
(HR. Tobroni di ‘Al-Ausath, 2663 dan dihasankan oleh Al-Albany. )

Maka hendaklah kita melatih diri kita untuk berakhlak yang baik dan bertutur kata yang santun.
3.       Bergaullah dengan orang-orang yang memiliki akhlak mulia. Jika kita ingin menjadi pribadi yang bisa mema'afkan maka bergaullah dengan orang-orang yang mudah mema'afkan. Begitu pula jika kita ingin menjadi pribadi yang berjiwa sosial, maka bergaullah dengan orang-orang yang punya jiwa sosial. Allahu a’lam.


Categories:

0 comments:

Post a Comment