Friday, 13 July 2018
Monday, 18 December 2017
Posted by Abrahamson on 06:30 with No comments
BANI MALIK (update 18-12-2017)
SUNA (19.. – 19.. ) - THAHA (19.. – 19.. )
Ramziah (1954) - Sulaiman Ib (1945)
1. Khairatul Islamiyah (1973)
- Remade Nuba
- Aghnina Rizqi Amalia
- Gapitula Agban
- Used Elfaruqi
- Muhammad Alfatih
- Fida Elhaq
2. Khairuddin (1976)
- Nabil Bindien
3. Khairul Hafizhin (19... - 19...)
4. Khairur Rakiin (1980)
- Yusuf Azzam
- Naura Aqila
5. Ahmad Daulen (1983)
- Ahmad Azzam
- Ahmad Fajar
6. Ahmadul Kirom (1987)
7. Muhammad Afdhal (1990)
8. Khairatul Afifah (1993)
Jailani (1966) - Alm. Eliyati (1976)
1.Khairunnisa (1994)
2.Rossy Ardiani (1998)
3.Joko Supriyanto (2002)
Kamila ( 1968) – Edi. K( 1964)
1.Rudi Hartono( 1989)
2.Khodijah( 1991)
MALA
Aidijata (19.. - 19....)
1.Rizki Agusta (1992)
2.Adlin Ridho (1994)
3.Imanullah (2000)
Friday, 8 December 2017
Posted by Abrahamson on 01:44 with No comments
PENGERTIAN AKHLAQ
-
Secara bahasa
Kata
akhlak secara bahasa berasal dari bahasa Arab “Al Khuluq” yang diartikan
sebagai perangai, tabiat. Budi pekerti, dan sifat seseorang.
-
Secara istilah
الخُلُق : حالّ للنفْس رَاسِخَةٌ تصدر عنها
الأفعالُ من خيرٍ أو شرٍّ من غير حاجةٍ إلى فكرٍ ورويَّةٍ
Suatu
sifat atau perangai yang tertanam dalam jiwa seseorang, yang dari sifat tersebut
timbul suatu perbuatan, yang baik
ataupun yang buruk, dengan mudah dan gampang, tanpa perlu pemikiran dan
pertimbangan.
#Akhlaq
literally means character or etiquette.
HAKIKAT
AKHLAK ISLAMI
Yaitu akhlak
yang diajarkan dalam Islam, yang dijelaskan dalam Alquran dan dicontohkan oleh
Rasulullah SAW.
Ibunda kita
Aisyah RA pernah ditanya tentang akhlak Rasulullah. Beliau menjawab :
"كان خلقه القرآن" (صحيح مسلم)
Sungguh akhlak beliau adalah Alquran
HUBUNGAN IBADAH DENGAN
AKHLAQ
إِنَّ
الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ
“…..
sesungguhnya shalat itu (bisa) mencegah dari perbuatan keji dan munkar…. “
(Al-Ankabut
: 45)
خُذْ مِنْ
أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ
إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Ambillah
zakat dari sebagian harta mereka, yang zakat itu akan membersihkan dan
mensucikan mereka, dan doakanlah mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi)
ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (At-Taubah
9:103)
عن أبي هريرة
رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من لم يدع قول الزور والعمل
به فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشرابه
“
Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta dan berbuat dusta, maka Allah
tidak peduli ia meninggalkan makan dan minumnya “.(HR. Bukhari)
الْحَجُّ
أَشْهُرٌ مَّعْلُومَاتٌ ۚ فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا
فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ
اللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا
أُولِي الْأَلْبَابِ - 2:197
(Musim) haji adalah
beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan
itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan
berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan
berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya
sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang
berakal. (Al-Baqarah : 197)
URGENSI AKHLAQ YANG MULIA:
1. Rasulullah diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia.
عن أبي هريرة ـ رضي الله عنه ـ
قال: قال رسول الله ـ صلى الله عليه و سلم: ( إنما بعثت لأتمم صالح الأخلاق )
رواه
أحمد
Sesungguhnya
aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik
2. Akhlaq mulia adalah pilar peradaban Islam.
3. Akhlak mulia adalah indicator sempurnanya iman
RASULULLAH ADALAH TAULADAN
UTAMA DALAM AKHLAQ
Sesungguhnya engkau benar-benar memiliki akhlak
yang agung (QS
Al-Qalam: 4)
And indeed, you are of a great moral character.
KEISTIMEWAAN AKHLAK MULIA
1.
Akhlak mulia dibalas dengan
pahala yang sangat banyak.
Rasulullah bersabda:
ما من شيء في الميزان أثقل من حسن الخلق
Tidak ada
sesuatu yang paling berat timbangan pahalanya melebihi akhlak yang baik (HR.
Attirmizi)
2.
Akhlak yang baik senilai ibadah
shalat malam dan puasa
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ سَمِعْتُ
النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : إِنَّ الْمُؤْمِنَ
يُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَاتِ قَائِمِ اللَّيْلِ صَائِمِ النَّهَارِ (مسند
أحمد(
‘Aisyah – semoga Allah meridhainya –
berkata, “Aku mendengar Nabi – shallallaahu ‘alaihi wassalaam – berkata,
sungguh orang-orang yang beriman dengan akhlak baik mereka bisa mencapai
(menyamai) derajat mereka yang menghabiskan seluruh malamnya dalam sholat dan
seluruh siangnya dengan berpuasa.” [Musnad Imam Ahmad]
3.
Akhlak mulia menghantarkan
ke syurga.
عن أبي هريرة قال سئل رسول الله صلى الله عليه
وسلم عن أكثر ما يدخل الناس الجنة فقال تقوى الله وحسن الخلق وسئل عن أكثر ما يدخل
الناس النار فقال الفم والفرج (سنن الترمذي)
Rasulullah SAW pernah ditanya tentang apakah yang paling
banyak memasukkan manusia ke dalam syorga. Beliau menjawab: “takwa kepada Allah
dan akhlak yang mulia”. Lalu beliau ditanya tentang apa yang banyak
menjerumuskan ke dalam neraka. Beliau menjawab: “mulut dan kelamin” (Sunan
Attirmizi)
4.
Orang
yang berakhlak mulia paling dicintai Rasulullah.
Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ ، رَضِيَ
اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ : " إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي
مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحْسَنُكُمْ أَخْلاقًا ، وَإِنَّ أَبْغَضَكُمْ
إِلَيَّ وَأَبْعَدَكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الثَّرْثَارُونَ
الْمُتَشَدِّقُونَ " قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، قَدْ عَلِمْنَا
الثَّرْثَارُونَ مَا الْمُتَشَدِّقُونَ ؟ قَالَ : " الْمُتَكَبِّرُونَ "
.
“Sesungguhnya
orang yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat
kedudukannya denganku pada hari kiamat kelak, yaitu orang yang terbaik
akhlaknya. Dan orang yang paling aku benci dan paling jauh kedudukannya dariku
pada hari kiamat kelak, yaitu tsartsarun, mutasyaddiqun dan mutafaihiqun”.
Sahabat bertanya : “Ya, Rasulullah. Kami sudah mengetahui arti tsartsarun dan
mutasyaddiqun, lalu apa arti mutafaihiqun?” Beliau menjawab,”Orang yang
sombong.”
[HR At-Tirmidzi, no. 2018]
PEMBAGIAN AKHLAQ:
-
Al-Akhlaq Alkarimh (akhlak mulia)
Contohnya: Sabar, ramah, sopan,
penyayang, lemah lembut, dermawan, berani, membela yang benar, tawadu (rendah
hati), jujur, menepati janji, peduli, setia, dll
-
Al-Akhlaq Almadzmumah (akhlak tercela)
Contohnya: sombong, kejam, kasar, kikir,
bohong, inkar janji, berkhianat, banyak bicara, tinggi hati, tidak peka, dll
LANGKAH-LANGKAH
AGAR KITA BERAKHLAK BAIK
1.
Bertawakallah kepada Allah
Ta'ala dan meminta tolong kepada-Nya dengan banyak berdo'a agar memberikan
taufik sehingga kita bisa merubah tabiat kita. Tidak ada yang dapat merubah
tabiat kita kecuali Allah Ta'ala.
عَنِ عائشة قالت: " كَانَ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:
"اللهُمَّ أَحْسَنْتَ خَلْقِي ،
فَأَحْسِنْ خُلُقِي"
(رواه أحمد وصححه محققو
المسند ، وكذا صححه الألباني في "صحيح الجامع" (1307).)
Ya
Allah, Engkau telah memperindah bentukku, maka perindahlah akhlakku
2.
Berusahalah untuk berakhlak
mulia.
Nabi bersabda:
إِنَّمَا
الْعِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ، وَإِنَّمَا الْحِلْمُ بِالتَّحَلُّم.
“Sesungguhnya ilmu itu diraih dengan belajar dan
sesungguhnya sifat hilm (lemah lembut) itu diraih dengan berlatih untuk
bersikap berlemah lembut…..”
(HR. Tobroni di ‘Al-Ausath, 2663 dan dihasankan oleh
Al-Albany. )
Maka hendaklah kita melatih diri
kita untuk berakhlak yang baik dan bertutur kata yang santun.
3.
Bergaullah dengan
orang-orang yang memiliki akhlak mulia. Jika kita ingin menjadi pribadi yang
bisa mema'afkan maka bergaullah dengan orang-orang yang mudah mema'afkan.
Begitu pula jika kita ingin menjadi pribadi yang berjiwa sosial, maka
bergaullah dengan orang-orang yang punya jiwa sosial. Allahu a’lam.
Monday, 7 August 2017
Posted by Abrahamson on 21:42 with No comments
Jalan Menuju Sukses Sejati (Beruntung Dunia Dan Akhirat)
—————————-
Berikut ini akan dipaparkan beberapa karakter dan amalan orang yang beruntung yang disebutkan dalam Al-Quran.
1- Iman dan amal shaleh.
Dalam surat Al-Baqarah ayat 1 – 5. Disini disebutkan karakter orang yang beruntung, yaitu: beriman kepada yang gaib, mendirikan shalat, menginfakkan sebagian harta, beriman kepada Al-Quran, beriman kepada kitab-kitab sebelum Al-Quran dan meyakini adanya hari akhir. Di ayat yang kelima Allah mengatakan: “mereka itulah orang yang berada dalam petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang beruntung“
2- Dakwah
“dan hendaklah ada suatu kelompok yang mengajak kepada kebaikan, memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”(Al-Imran: 104)
3- Sabar, teguh dalam berjuang dan bertaqwa.
“hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian, kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga serta bertaqwalah kepada Allah suapaya kalian beruntung” (Al-Imran: 200)
4- Meninggalkan riba
“hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memakan riba dengan berlipat ganda. Bertaqwalah kepada Allah supaya kalian beruntung” (Al-Imran: 130)
5- Menjauhi maksiat (arak, judi, berkurban untuk berhala dan mengundi nasib dengan anak panah) : Al-Maidah: 90
Itulah beberapa contoh amalan yang bisa mengantarkan kita pada keberuntungan. Keberuntungan yang sebenarnya. Bukan kesuksesan duniawy yang menipu. Tapi keberuntungan abadi yang kita rasakan di dunia dan akhirat. Keberuntungan di dunia berupa kebahagiaan hakiki, kedamaian, ketentraman jiwa, kelapangan hati dan keberkahan hidup. Sementara keberuntungan akhirat adalah masuk syurganya Allah SWT yang luasnya seluas langit dan bumi.
Ada satu ayat yang sangat penting kita ketahui untuk memahami apa yang disebut dengan sukses sejati, Allah berfirman:
“……. Barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga maka sesungguhnya ia telah faaza (menang/beruntung)…..” (Ali-Imran: 185)
Indikator Sukses Sejati
————————————-
Dari rangkaian penjelasan dan beberapa ayat di atas, dapatlah kita fahami bahwa orang yang mencapai sukses sejati (keberuntungan) dapat dilihat dari beberapa indikasi berikut:
1- Selalu dalam ketaatan.
Orang yang sukses sejati senantiasa dalam ketaatan. Pencapaian duniawinya – berapapun banyak harta yang ia miliki dan betapapun tinggi kedudukannya – tidak melalaikannya dari mengingat Allah. Tidak membuatnya lalai dari ibadah. Justru semakin Allah tambah nikmat kepadanya, dia semakin bersyukur dan semakin dekat kapadaNya.
Karena itulah apapun yang ia lakukan adalah dalam rangka taat kepada Allah. Bisnis apapun yang ia bangun dan kedudukan apapun yang ia peroleh selalu dengan dalam bingkai ibadah dan dengan cara yang diridoi Allah SWT.
2- Akhirat oriented.
Apa yang ia miliki tidak membuatnya lupa akan hakikat kehidupannya. Bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara. Dia tidak lupa bahwa kehidupannya akan berakhir dan kembali ke kampungan yang sebenarnya yakni kampung akhirat. Karena itu dia merasa ringan menginfakkah hartanya di jalan Allah SWT demi mencapai kebahagiaan abadi di akhirat kelak.
3- Dunia di tangannya sementara akhirat di hatinya.
Dia tak terbelenggu oleh semua materi yang ia miliki. Ia mencintainya. Ya, itu manusiawi. Tapi cintanya pada harta dan kedudukannya itu tidak berlebihan. Dunia tidak menyibukkan hatinya. Karena dunia hanya berada dalam genggamannya. Tidak merasuki hatinya. Jika ia mengalami kerugian duniawi, hatinya tidak risau dan galau. Karena hatinya sudah dipenuhi oleh cita-cita ukhrawinya. Maka tidak ada lagi tempat duniawi disana.
Karena itulah peraih sukses sejati selalu jauh dari sifat sombong, angkuh dan bakhil. Ia sangat menyadari bahwa apa yang ia miliki hanyalah anugerah dan titipan dari Allah semata. Maka apa yang ia miliki ia jadikan sebagai sarana untuk mencari ridho dan cinta Allah SWT.
4- Berbagi.
Karakter penting peraih sukses sejati adalah suka berbagi antar sesama. Betapapun kayanya dia dan betapapun tinggi kedudukannya, jika tidak peduli pada masyarakatnya, tidak peka akan nasib saudara-saudaranya, maka dia bukanlah peraih sukses sejati.
Maka benarlah sebuah ungkapan yang mengatakan “sukses itu tidak dilihat dari seberapa besar yang kau dapatkan, tapi dilihat dari seberapa besar manfaat yang kau berikan pada sesama”.
Peraih sukses sejati sangat menyadari bahwa berbagi merupakan kunci penting dalam meraih kesuksesan sejati tersebut.
Inilah beberapa kata kunci yang apabila kita rangkai, kita bisa memahami hakikat ‘sukses sejati’. Inilah sukses yang seharusnya kita cita-citakan dalam kehidupan kita. Dan cita-cita mencapai sukses sejati seperti ini jugalah yang harus kita tanamkan kepada generasi penerus kita.
Cita-cita seperti ini tidaklah ringan menggapainya. Untuk meraihnya kita membutuhkan segenap ilmu dan perjuangan serius. Ini bukanlah cita-cita para pemalas dan pecundang. Ini adalah cita-cita para petarung , mujahid dan pejuang sejati.
Semoga kita termasuk orang-orang yang meraih kesuksesan sejati yaitu mendapatkan syurga yang kenikmatannya hakiki dan abadi. Wallaahu a’lam bishshowaab.
Sunday, 5 June 2016
Posted by Abrahamson on 11:20 with No comments
Setelah saya melihat dan membaca cerita orang-orang yang sukses luar biasa dalam hidup, saya jadi tahu ternyata mereka adalah orang-orang yang punya karakter luar biasa yang berbeda dari orang kebanyakan. Diantara karakter penting yang mereka miliki adalah:
- Mereka bercita-cita tinggi
- Bertekad baja
- Bekerja keras, cerdas dan tuntas
- Punya keinginan yang keras untuk membahagiakan orang-orang yang ia cintai
- Berjiwa sosial yang tinggi
- Jeli melihat peluang
- Cepat merebut peluang
- Uang hanya ditangannya dan tidak merasuki hati dan jiwanya.
- Mereka bercita-cita tinggi
- Bertekad baja
- Bekerja keras, cerdas dan tuntas
- Punya keinginan yang keras untuk membahagiakan orang-orang yang ia cintai
- Berjiwa sosial yang tinggi
- Jeli melihat peluang
- Cepat merebut peluang
- Uang hanya ditangannya dan tidak merasuki hati dan jiwanya.
Tuesday, 11 February 2014
Posted by Abrahamson on 09:45 with No comments
Kita
sering mendengar kata 'sukses'. Sukses selalu dikesankan sebagai sebuah
pencapaian yang indah dan menyenangkan setelah melewati segenap usaha.
Sebenarnya
apa sih sukses itu? Dan siapakah yang layak disebut sukses? Banyak orang
memandang bahwa kesuksesan itu hanya
terkait dengan kekayaan, popularitas, prestasi, jabatan dan beberapa yang
dinilai wah lainnya.
Umumnya
kita mengatakan bahwa sukses adalah "berhasil meraih pencapaian
besar". Contoh, Jika seseorang menginginkan pekerjaan yang bagus dengan
gaji yang besar. Lalu dengan segenap perjuangannya dia mampu mencapainya. Maka
dia sudah dikatakan sebagai orang yang sukses. Begitu juga dengan
pencapaian-pencapaian besar lainnya. andangan orang pada umumnya.
Dalam pandangan masyarakat tradisional, orang
yang sukses adalah orang sudah memiliki rumah bagus, punya kendaraan roda empat
dan mampu menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang kuliah.
Benarkah
semua contoh yang disebutkan diatas adalah kesuksesan? Bisakah orang mencapai
hal diatas dianggap sebagai orang yang sukses? Tergantung dengan kacamata apa
kita melihatnya. Jika dengan kacamata duniawi, maka kita sepakat mengatakan
"iya", itu adalah contoh-contoh sukses duniawi.
Namun
perlu diingat bahwa pandangan keduniaan yang materialistis tentang sukses
selalu relative. Jika anda menilai bahwa seseorang itu sudah sukses. Dimata
saya belum tentu dia dipandang sukses. Jadi pandangan yang bersifat materi akan
selalu bias.
Dunia
Adalah Keindahan Yang Menipu
Ya,
benar adanya. Bahwa dunia adalah keindahan dan kesenangan yang menipu. Banyak
orang yang tertipu oleh keindahan dan kenikmatan dunia. Mereka berjuang keras
dangan berbagai cara untuk meraih kesuksesan dunia. Mereka berfikir bahwa
kebahagiaan akan terwujud jika mereka sudah mencapai kesuksesan dunia. Mereka
beranggapan bahwa kebahagiaan itu ada pada banyaknya harta atau tingginya
jabatan.
Kalaulah
kesuksesan itu diukur dengan tingginya jabatan, maka Firaunlah orang paling
sukses. Jikalau kebahagiaan diukur dengan banyaknya harta maka Qarunlah manusia
yang paling bahagia. Namun benarkah kedua manusia ini adalah orang yang paling
bahagia dan paling sukses? Kenyataannya tidak. Alquran mencatat bahwa mereka
adalah dua manusia yang telah Allah hinakan. Kehidupan mereka berakhir dengan
sangat tragis. Firaun ditenggelamkan dengan kehinaan di laut Merah. Sementara Qarun dibenamkan Allah ke
perut bumi bersama harta kekayaannya yang selama hidupnya telah membuat dirinya
angkuh dan sombong.
Fenomena
kehinaan dalam keberlimapahan dan pencapaian duniawi akan selalu ada sepanjang zaman. Di zaman modern ini sering kita dengar
ada orang yang rumah tangganya hancur berantakan justru setelah ia kaya raya.
Betapa banyak pejabat tinggi di negeri kita menjadi nista karena terlibat
korupsi. Juga tak jarang kita mendengar anak pejabat dan konglomerat kehilangan
teladan dalam hidupnya, terlibat tindak criminal dan jadi pencandu narkoba.
Naudzu billah min dzalik.
Jadi
jelaslah bahwa pencapaian duniawi sangat-sangat tidak bisa dijadikan ukuran
kesuksesan dan kebahagiaan seseorang.
Sukses
Dalam Perspektif Alquran
Sebagai
orang yang beriman kita mesti memandang segala sesuatu dengan kacamata AlQuran
yang notabene merukan pedoman hidup kita. Hanya AlQuranlah tuntunan yang
seratus persen benar dan berlaku
sepanjang zaman hingga hari kiamat nanti. Kita kembali kepada AlQuran dalam
memahami makna sukses, ini bertujuan agar pandangan kita tentangnya tidak lagi
bias.
Bagaimanakah
Alquran bicara tentang sukses? Kata dalam bahasa Arab yang berartikan 'sukses'
adalah kata najaha – yanjahu – najaah. Tetapi Alquran tidak memakai kata najaha
atau najaah ini untuk menggambarkan dan mengungkapkan kata 'sukses'. Yang Alquran gunakan adalah 'falaah
(keberuntungan), yuflih atau muflih (beruntung). Sering juga kita temukan kata
'fauz' (kemenangan) atau 'faaza – yafuuzu' (menang). Dua kata (beruntung dan
menang) inilah yang selalu Allah gunakan dalam Alquran untuk menggungkapkan
kata 'sukses'.
Dalam
Alquran kata 'beruntung' ini sering
sekali disebutkan sebagai buah dari ketaatan atau hasil dari mengamalkan
perintah Allah dan menjauhi laranganNya.
Tuesday, 4 February 2014
Posted by Abrahamson on 10:29 with No comments
----------------------------
Pagi sabtu
Pagi yang selalu
kutunggu
Belajar di Kaifaku
Menikmati indahnya
taman syurgaku
……
Kaifaku…..
Disini aku belajar
Mengenal Islam dan
Allah
Bahwa aku adalah
seorang hamba
Mengenal Muhammad
Rasulullah
Cinta dan ukhuwah
……..
Kaifaku……
Disini aku belajar
Alquran dan menghafal
surat-surat
Doa doa dan bacaan
shalat
Ilmu agar selamat
dunia akhirat
……
Kaifaku……
Disini aku dibimbing
Dengan penuh kasih
sayang
Guru-guru yang penyayang
Agar aku jadi hamba
yang disayang
Oleh Allah yang maha
penyayang
……….
Kaifaku …..
Kau taman syurgaku
Terima kasih ustaz
ustazahku
Ilmu yang telah kau
ajarkan padaku
Kan kuamalkan
sepanjang hidupku
Mohon doamu
-----------
*puisi ini saya tulis 2 jam sebelum ditampilkan oleh murid-murid saya di kelas Hamzah Bin Abdul Muttalib - Kaifa Doha, Qatar, pada acara penutupan tahun ajaran 2012-2013.
Subscribe to:
Posts (Atom)




